Rabu, 06 Juni 2012

Just happen to be Mine...

Aku yang tak pernah mengerti makna tentang kedewasaanku, namun terlanjur ku memahami segala rasa yang mengoyak kegetiran jiwaku, entah rasa kagum yang membuncah dari lubuk hatiku atau rasa yang tak pernah dimengerti oleh selain diriku, mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa aku hanya berhalusinasi saja dengan segala khayalku bahkan mereka tak pernah bisa memahami adanya aku yang tersiksa dengan pencarian untuk mewujudkan mimpi-mimpi indahku.

Atas nama kesadaran akan arungan hidup ini, aku ingin sedikit berbagi apa yang selama ini akan ku kabarkan bagi semua yang mau mengertiku, tentang ketidak berdayaanku saat aku terkatung-katung dalam masalah dan mereka menatapku acuh bahkan tak ingin mengerti keinginan hatiku, aku harus rela diperbudak dalam lubang keegoisan tanpa sedikitpun memahami kegetiran jiwaku, hingga diri ini terselimut kabut yang tak pernah bisa kuterjemahkan kebenaran dalam naluriku dan tak lagi bersahabat denganku. Aku dan hidupku hanyalah kidung kembara yang tak pernah mengerti kemana aku.

Setitik kemesraan dunia kunikmati dengan segenap kekuatan hatiku yang ku sokong dengan suplemenku untuk membuat dunia kebahagiaan yang hanya diriku yang bisa menjamahnya demi menutupi kegersangan hati, agar tak seorangpun menyadari akan kecilnya rasa yang membungkam naluriku.

Perasaanku tak kan seciut itu jika hanya itu yang bergelimang dalam anganku, tapi rasa itu telah menjalar hingga jati diriku terbanting setir.

Aku hanya ingin sebuah pengertian akan keadaanku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar